junaidi erlan

welcome to my blog

Minggu, 07 November 2010

UJI VALIDITAS DAN REABILITAS DATA

Validitas dan reabilitas dalam hal ini adalah istilah yang digunakan untuk suatu persyaratan suatu alat ukur penelitian atau instrument penelitian.

Reliabilitas, artinya ketetapan maksudnya adalah bila mengukur berkali-kali hasilnya paling sedikit amat berbeda maka hasil ukurnya dikatakan reliable namun apabila mengukur berkali-kali tapi hanya sedikit yang berbeda maka hasil ukurnya dikatakan tidak reliable.

Alat-alat ukur fisika, seperti meteran, thermometer, timbangan dan sebagainya, umumnya sangat valid dan reliable, karena sebelum dipasarkan, telah silakukan uji validitas dan reliabilias.

Demikian dengan alat ukur social, ada yang sudah baku (standart), karena telah diuji validitas dan reabilitasnya, namun demikian banyak juga yang belum baku. Apalagi bila instrument itu dibuat sendiri untuk kepentingan peneliti sendiri. Misalnya, penelitian-penelitian tugas ilmiah dari para mahasiswa. Hal seperti itu merupakan tugas peneliti untuk melakukan uji validitas.

A. UJI VALIDITAS

1. Pengertian Uji Validitas

Validitas berasal dari kata validity yang memiliki arti ketepatan dan kecermatan (Machfoedz 2005).

Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang diukur (Soekidjo Notoatmodjo2005).

Sebagai contoh, apabila kita mengukur berat badan balita dengan timbangan beratnya 20 kg, Maka timbangan yang digunakan untuk menimbang anak tersebut juga menunjukkan 20 kg, bukan 20,5 atau 19 kg. hal ini menunjukkan bahwa timbangan yang kita pakai valid.

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi, sebaliknya, instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Suharsimi Arikunto 2006).

2. Macam-macam validitas

Menurut Suharsimi Arikunto (2007) membagi validitas instrument penelitian menjadi dua jenis yaitu validitas logis dan validitas empiris. Sebuah instrument dikatakan memiliki validitas logis apabila instrument tersebut secara analisis akal sudah sesuai dengan aspek yang diungkapkan.

Dalam buku yang berjudul Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek Arikunto juga membagi validitas menjadi du amacam yaitu validitas eksternal dan validitas eksternal. Dikatakan memiliki validitas eksternal apabila data yang dihasilkan dari instrument tersebut sesuai dengan data atau informasi lain yang mengenai variable penelitian yang dimaksud.validitas internal dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrument antara bagian-bagian instrument dengan instrument secara keseluruhan.

3. Menghitung Validitas

Tehnik yang dipakai dalam menghitung apakah data kita valid atau tidak adalah dengan menggunakan korelasi product moment. Dengan rumus sebagai berikut:

RUMUS 1

Tehnik korelasI Product Moment (Soekidjo Notoatmodjo2005

UJI VALIDITAS DAN REABILITAS DATA

Validitas dan reabilitas dalam hal ini adalah istilah yang digunakan untuk suatu persyaratan suatu alat ukur penelitian atau instrument penelitian.

Reliabilitas, artinya ketetapan maksudnya adalah bila mengukur berkali-kali hasilnya paling sedikit amat berbeda maka hasil ukurnya dikatakan reliable namun apabila mengukur berkali-kali tapi hanya sedikit yang berbeda maka hasil ukurnya dikatakan tidak reliable.

Alat-alat ukur fisika, seperti meteran, thermometer, timbangan dan sebagainya, umumnya sangat valid dan reliable, karena sebelum dipasarkan, telah silakukan uji validitas dan reliabilias.

Demikian dengan alat ukur social, ada yang sudah baku (standart), karena telah diuji validitas dan reabilitasnya, namun demikian banyak juga yang belum baku. Apalagi bila instrument itu dibuat sendiri untuk kepentingan peneliti sendiri. Misalnya, penelitian-penelitian tugas ilmiah dari para mahasiswa. Hal seperti itu merupakan tugas peneliti untuk melakukan uji validitas.

A. UJI VALIDITAS

1. Pengertian Uji Validitas

Validitas berasal dari kata validity yang memiliki arti ketepatan dan kecermatan (Machfoedz 2005).

Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang diukur (Soekidjo Notoatmodjo2005).

Sebagai contoh, apabila kita mengukur berat badan balita dengan timbangan beratnya 20 kg, Maka timbangan yang digunakan untuk menimbang anak tersebut juga menunjukkan 20 kg, bukan 20,5 atau 19 kg. hal ini menunjukkan bahwa timbangan yang kita pakai valid.

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi, sebaliknya, instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Suharsimi Arikunto 2006).

2. Macam-macam validitas

Menurut Suharsimi Arikunto (2007) membagi validitas instrument penelitian menjadi dua jenis yaitu validitas logis dan validitas empiris. Sebuah instrument dikatakan memiliki validitas logis apabila instrument tersebut secara analisis akal sudah sesuai dengan aspek yang diungkapkan.

Dalam buku yang berjudul Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek Arikunto juga membagi validitas menjadi du amacam yaitu validitas eksternal dan validitas eksternal. Dikatakan memiliki validitas eksternal apabila data yang dihasilkan dari instrument tersebut sesuai dengan data atau informasi lain yang mengenai variable penelitian yang dimaksud.validitas internal dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrument antara bagian-bagian instrument dengan instrument secara keseluruhan.

3. Menghitung Validitas

Tehnik yang dipakai dalam menghitung apakah data kita valid atau tidak adalah dengan menggunakan korelasi product moment. Dengan rumus sebagai berikut:

RUMUS 1

Tehnik korelasI Product Moment (Soekidjo Notoatmodjo2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar